Monthly Archives: September 2012

Money Politics in Cilacap Bupati Election

Suara Merdeka reports of “money politics” in the Cilacap bupati election campaign.  In total Rp. 214 juta ($21,000) in Rp. 10,000 (~$1) notes were discovered in a car belonging to a campaign member of Novita Wijayanti-Mochamod Muslich.  Novita, who is only 32 years old, is a member of the provincial representative council.  She is backed by PDIP and is the daughter of Fran Lukman (see here), who has been the Head of Cilacap local council for over 10 years.

Sebelumnya diberitakan, warga Dusun Medeng, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari menangkap anggota tim sukses pasangan Novita Wijayanti-Mochamad Muslich pada malam menjelang pemungutan suara, Sabtu (8/9).  Mereka ditangkap warga karena diduga hendak menyebar uang. Di dalam mobil Toyota Avanza R-9306-AH yang mereka kendarai terdapat uang pecahan Rp 10.000 dengan total Rp 214,98 juta. Juga ditemukan 340 lembar kertas bergambar Novita-Muslich, 13.710 lembar stiker bertuliskan angka satu, 2.000 lembar gambar Tatto Suwarto Pamuji bersama seorang perempuan, serta 9 bungkus lem dan 4 buah kuas. Warga melaporkan kejadian tersebut kepada Panwas.

Article here: Dipanggil Panwaslu, Penyebar Uang Mangkir.

Tagged

Head Judge Rotated to Lampung

Koran Sindo reported that the Head Judge at the Semarang State Court, Sutjahjo Padmo Wasono, will be rotated to Tanjung Karang High Court in Lampung.  Despite his alleged for his role in the bribery case implicating two judges on the Semarang Corruption Court–see here and here–this doesn’t seem like a demotion, instead he’s moving from a State Court to a High Court.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Semarang Sutjahjo Padmo Wasono dimutasi oleh Mahkamah Agung (MA) ke PT Tanjung Karang,Provinsi Lampung.

Sebelumnya, Tjahjo diduga terlibat dalam kasus dugaan suap dua hakim Pengadilan Tipikor; Kartini Juliana Magdalena Marpaung, dan Heru Kisbandono yang ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juru Bicara Pengadilan Negeri Semarang Togar membenarkan perihal mutasi pimpinan PN Semarang.Ketika ditemui di kantornya kemarin,Togar mengatakan baru mengetahui hal itu dari website resmi Mahkamah Agung. “Memang benar, tapi Surat Keputusan (SK) mutasi itu belum kami terima,” ujarnya.