Bibit: A Slap on the Wrist is Sufficient

Central Java Governor, Bibit Waluyo, was quoted laying responsibility for the arrest of Semarang Major, Soemarmo, on the local parliamentarians that demanded bribes to ensure smooth passage of the local budget.  He suggested that a “reminder” was sufficient punishment.  Although I’ve some sympathy for district heads–essentially it’s a politics of extortion–Bibit’s suggestions are not convincing.  Soemarmo is from PDIP, as is Bibit.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo kecewa atas penahanan Wali Kota Semarang Soemarmo dalam kasus dugaan suap saat pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja kota oleh KPK. Alasannya, pembangunan kota menjadi tersendat.

“Harusnya wali kota tidak perlu ditahan, tetapi cukup diberi peringatan, karena yang dilakukan bukanlah kesalahan wali kota,” kata Gubernur di Semarang, Jumat (20/4).

Menurutnya, Soemarmo hanyalah korban akibat tekanan yang dilakukan anggota dewan yang meminta uang agar proses pembahasan anggaran dapat segera selesai.

“Harusnya cukup diberi peringatan agar tidak melakukan lagi, bukan ditahan,” lanjut mantan Pangkostrad itu. Bahkan, ia kembali membela Soemarmo dalam kasus tersebut sebagai tindakan yang tidak melanggar hukum.

Reported in Media IndonesiaGubernur Jawa Tengah Bela Wali Kota Semarang.

Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: