The 8 Points Removed from the Judicial Code of Conduct

A few days ago I noted that the Supreme Court had determined to remove 8 points from the Ethics Code for judges — see here.  I dug up the codes today.  Those from section eight relate to discipline, whereas those from section ten relate to professionalism.  These are two substantive sections of the Code.  Here’s a translation of the (former) articles, some parts of which were very difficult to render in English:

8. Discipline

Discipline requires that upholding norms or rules is believed to be part of a higher calling to carry out the mandate and trust of justice seekers. Discipline will encourage the formation of a dutiful approach to one’s responsibilities, sincerity in devotion and setting an example, and respect for the mandate entrusted to them.

Application:

8.1. Judges are obliged to know and perform tasks in accordance with laws and regulations, particularly the laws of procedure, in order to apply the law correctly and fulfill a sense of justice to every seeker of justice.

8.2. Judges must respect the rights of the parties in the judicial process and seek the examination of the case in a simple, rapid and low cost way.

8.3. Judges must assist the parties and try to overcome all obstacles and hurdles to realize justice that is simple, fast and low cost in accordance with the laws and regulations.

8.4. The chairing judge or a judge appointed as such, shall allocate cases to the panel of judges in a fair and equitable manner, and avoid allocation of cases to judge who have a conflict of interest.

10. Professionalism

Professionalism is underpinned by a moral stance that is determined to carry one’s chosen work with earnestness, backed by the expertise as the basis of knowledge, skill and insight. A professional attitude encourages the formation of personal rectitude and to strive to improve one’s knowledge and performance in order to reach the highest quality of work, effectiveness and efficiency.

Application:

10.1. Judges must take steps to maintain and improve their knowledge, skills and personal qualities so as to perform judicial duties properly.

10.2. Judges must diligently carry out their administrative responsibilities in collaboration with judges and other court officials in running the administration of justice.

10.3. Judges shall give priority to judicial duties over other activities professionally.

10.4. Judges must avoid mistakes in their decisions and not ignore the facts that could condemn the accused or parties, or deliberately make favorable consideration of the accused or parties in cases under adjudication.

8. BERDISIPLIN TINGGI

Disiplin bermakna ketaatan pada norma-norma atau kaidah-kaidah yang diyakini sebagai panggilan luhur untuk mengemban amanah serta kepercayaan masyarakat pencari keadilan. Disiplin tinggi akan mendorong terbentuknya pribadi yang tertib di dalam melaksanakan tugas, ikhlas dalam pengabdian dan berusaha untuk menjadi teladan dalam lingkungannya, serta tidak menyalahgunakan amanah yang dipercayakan kepadanya.

Penerapan :

8.1.Hakim berkewajiban mengetahui dan mendalami serta melaksanakan tugas pokok sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya hukum acara, agar dapat menerapkan hukum secara benar dan dapat memenuhi rasa keadilan bagi setiap pencari keadilan.

8.2. Hakim harus menghormati hak-hak para pihak dalam proses peradilan dan berusaha mewujudkan pemeriksaan perkara secara sederhana, cepat dan biaya ringan.

8.3. Hakim harus membantu para pihak dan berusaha mengatasi segala hambatan dan rintangan untuk mewujudkan peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

8.4.Ketua Pengadilan atau Hakim yang ditunjuk, harus mendistribusikan perkara kepada Majelis Hakim secara adil dan merata, serta menghindari pendistribusian perkara kepada Hakim yang memiliki konflik kepentingan.

10. BERSIKAP PROFESIONAL

Profesional bermakna suatu sikap moral yang dilandasi oleh tekad untuk melaksanakan pekerjaan yang dipilihnya dengan kesungguhan, yang didukung oleh keahlian atas dasar pengetahuan, keterampilan dan wawasan luas. Sikap profesional akan mendorong terbentuknya pribadi yang senantiasa menjaga dan mempertahankan mutu pekerjaan, serta berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja, sehingga tercapai setinggi-tingginya mutu hasil pekerjaan, efektif dan efisien.

Penerapan :

10.1. Hakim harus mengambil langkah-langkah untuk memelihara dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kualitas pribadi untuk dapat melaksanakan tugas-tugas peradilan secara baik.

10.2. Hakim harus secara tekun melaksanakan tanggung jawab administratif dan bekerja sama dengan para Hakim dan pejabat pengadilan lain dalam menjalankan administrasi peradilan.

10.3. Hakim wajib mengutamakan tugas yudisialnya di atas kegiatan yang lain secara professional.

10.4. Hakim wajib menghindari terjadinya kekeliruan dalam membuat keputusan, atau mengabaikan fakta yang dapat menjerat terdakwa atau para pihak atau dengan sengaja membuat pertimbangan yamg menguntungkan terdakwa atau para pihak dalam mengadili suatu perkara yang ditanganinya.

Download the Code of Conduct here: Kode Etik Hakim

Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: